Postingan

Kesuksesan Kaum Hawa

Gambar
Bismillahirrohmanirrohim Apa pendapatmu tentang kaum hawa? Banyak yang bicara tentang emansipasi, meninggikan derajat wanita, yang katanya, ada di peringkat dua, setelah kaum pria. Para wanita bekerja, muncul di layar kaca, berbuat banyak untuk kemanusiaan. Sebagian mereka adalah wanita sukses di kantornya, pejabat negara, ilmuan, peneliti, sastrawan, dan tokoh masyarakat. Mereka bekerja keras, hingga akhirnya dunia melirik mereka. Terbukti, sederet buku sastra cemerlang ditulis oleh wanita, setumpuk biografi tokoh wanita terpampang di warung-warung buku, dan berbagai pakar wanita bermunculan di media massa. Apakah mereka sukses? Bagaimana menurutmu? Peran wanita sebagai ibu tak perlulah kita bahas, itu adalah sebuah keniscayaan. Mereka yang nampak mulia sebagau pejabat, ilmuan, dan lain sebagainya, juga seorang ibu untuk anak-anak mereka. Soal bagaimana cara mereka mendidik dan membesarkan anak masing-masing, itu pilihan. Dan setiap pilihan, selalu mengandung kons...

Psikologi sekuler dan Islam

Gambar
Just like the tittle, i'll talk about psychologist view, of course with my own commentary. So... Kebenaran hanya milik Allah semata, dan kesalahan adalah milik manusia yang tak henti belajar. Kita semua rasanya sudah tahu, entah bagaimana, beberapa mukmin dan mukminah itu cukup skeptis dan memicingkan mata pada dunia barat dan segala antek-anteknya.  Seolah-olah, semua yang tidak bersumber dari Al Quran berniai salah dan penuh dosa. Segala pembuat teori yang namanya tidak termasuk 60 sahabat nabi yang dijamin masuk surga bernilai dhoif dan tak dilirik. Gaes, bukan begitu cara berpikirnya... Bumi ini hanya satu, tapi disana ada banyak dunia dan warna. Bukan karena Islam telah menetapkan mana halal dan haram, kemudian sang bumi hanya berwarna hitam dan putih. Islam tidak se-naif itu. Saya mendengar beberapa komentar skeptis, yang tidak tahu ditujukan untuk siapa, bahwa psikologi sekuler banyak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Psikologi sekuler adalah bagian dari kon...

Ahmad Tohari, FIksi, dan Diriku

Selamat iqro wahai sekalian alam! sudah beberapa pekan terkahir ini saya menelan karya karya Ahmad Tohari. Sejujurnya, saya hanya ingin menelan sastra lokal karena saya baru sadar, bahwa ternyata saya lebih akrab dengan sastrawan luar negeri. Awalnya hanya mengambil asal beberapa novel dengan nama lokal dan alhamdulillahnya, berderet novel karya Ahmad Tohari terpajang di perpustakaan kampus. Sip, gayung bersambut, saya babat semua novel yang ditulis oleh seseorang bernama Ahmad Tohari itu. Dan, ternyata, warbiasah~ Ahmad Tohari memiliki karya dan sudut pandang yang saya cari. Saya menyukai hampir setiap karyanya, alunan kata, alur cerita, tokoh, hikmah, dan perwakilan suasana yang digambarkan, jelas, penuh faedah. Yah, memang sebenarnya sayanya saja yang kurang gaul, sebenarnya nama Ahmad Tohari telah lama mengkristal dalam antrian sastrawan legendaris Indonesia, hanya karena saya yang terlalu tenggelam dengan Tolstot, Chekov, Salman Rushdi, Pram, atau Mochtar Lubis... jadi ...

Betapa KIta Harus Bersyukur

Gambar
Akan selalu ada pengalaman yang jauh lebih buruk daripada pengalaman kita. Semacam pepatah di atas langit masih ada langit. Pun dengan hidup kita. Akhir-akhir ini aku banyak berpikir tentang apa yang harus dan telah kukerjakan. Disela-sela aktifitas berpikir yang diselingi lamunan itu, tentu aku sering mengasihani diri sendiri. Akhirnya, berakhir merasa sepi, sendiri, dan berjuang sendiri, tahu tahu sakit hati... aduh... Sampai suatu hari tanpa sengaja... Seorang teman menceritakan kisah hidupnya... Ia kehilangan ayah, ibu, dan kakak kandungnya pada tahun yang sama Perempuan tua yang duduk di bangku sebelah di bis kota juga cerita Ia mengalami tiga kali perceraian dan sekarang berakhir menjadi pembantu rumah tangga untuk menghidupi adik-adiknya, tanpa anak, apalagi suami Seorang mujahid menulis catatan harian dalam bukunya Aku dipenjara, dikurung sepi, dan menelan air mata sendiri Seorang anak periang meminta-minta makanan Ia ditinggal keluarganya karena mengid...

Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Gambar
Jatuh dan tersungkur  di tanah aku  Berselimut debu sekujur tubuhku  Panas dan menyengat Rebah dan berkarat  Yang patah tumbuh, yang hilang berganti  Yang hancur lebur akan terobati  Yang sia-sia akan jadi makna  Yang terus berulang suatu saat henti  Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti  Di mana ada musim yang menunggu?  Meranggas merapuh  Berganti dan luruh  Bayang yang berserah  Terang di ujung sana  Yang yang patah tumbuh, yang hilang berganti  Yang hancur lebur akan terobati  Yang sia-sia akan jadi makna  Yang terus berulang suatu saat henti  Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi  Yang patah tumbuh, yang hilang berganti  Yang patah tumbuh, yang hilang berganti -Banda Neira-

Hati yang Hampa

Gambar
"Hati yang Hampa" adalah salah satu cerpen karya Mochtar Lubis yang tertuang dalam bukunya yang berjudul "Bromocorah" “Tetapi aku tahu, aku tak sanggup menyampaikan padanya apa yang sebenarnya aku pikir. Aku tahu, dia akan bertambah sepi, hatinya akan bertambah hampa jika aku berkata benar padanya” *** Namanya Padma, sesorang yang bertampang biasa, kalau tidak mau disebut jelek, tapi memiliki mata yang bercahaya. Mochtar Lubis mengisahkan seorang aktifis nasionalis yang memiliki daya pikir dan daya pikat yang kuat. Sementara ia, sang penulis sendiri berperan sebagai sahabatnya yang dulu pernah melakukan perjuangan yang sama.   Pada cerpen ini tokoh Padma mengambil sebuah keputusan hidup yang besar. Ia memutuskan untuk jatuh cinta pada lelaki yang mencintainya lebih dulu, ia menerima lamaran lelaki itu untuk hidup dan tinggal bersama.  Sayangnya, Padma menikahi lelaki yang memiliki tuhan yang berbeda sehingga ia tidak mendapat restu dari k...

Penjara

Gambar
Aku ingin membahas ini, sepertinya ini menimpa banyak dari kita, bahkan mungkin, kita semua. Pernahkah kalian di posisi dibicarakan orang lain? Diperlakukan tidak adil? Direndahkan? Dipandang sebelah mata? Di suudzani? Disalahkan? Di kambing hitamkan? Aku pernah dan pasti, kalian juga. Kita hidup di Bumi Manusia, begitu kata Pramoedya. Manusia yang punya ego dan emosi, manusia yang punya masalahnya sendiri-sendiri. Maka, kejadian yang kusebutkan tadi, sangat mungkin terjadi. Terlepas apakah kalian benar bersalah atau tidak, terlepas apakah kalian dizalimi atau menzalimi. Saat kalian di posisi seperti itu, apa rasanya? Rungsing? Rieut? Sedih? Depresi? Aku mengerti. Tapi, sadarkah kita, bahwa semua perasaan negatif kita itu adalah penjara yang kita buat sendiri. Pada setiap kejadian, kita selalu dihadapkan dengan pilihan, tetap tersenyum dan jalan ke depan, atau terkurung dalam kesedihan. Satu-satunya hal yang membahayakan kita adalah perbuatan kita sendiri. Selama kita ti...