Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Waktu

 Aku mencoba, menghapus mereka yang tak perlu, dari hatiku. Sebagaimana mereka, menganggapku sekedarnya. Aku mengakui bahwa sedih ini, adalah kebodohanku sendiri, dan hari hari terjalani, dengan kondisi hati yang berbeda dari sebelumnya. Tapi, kupikir itu mudah. Nyatanya nyes nyes selalu ada. Setiap ku ingat, bahwa aku hanya sekedarnya, masih nyes rasanya. Padahal waktu bersama kita itu panjang dan lama. Siapa sangka, kita menjadi asing dengan mudahnya. "kalau memang ga cocok, semesta akan memisahkan kamu dari siapapun itu, akan selalu ada jalan, untuk memiisahkan" Mungkin ini maksudnya. Padahal aku sudah berusaha, bertanya, ada apa dengan kita. Tapi semakin sakit, saat melihat respon dinginnya. Barulah ku sadar, hangatnya, hanyalah sifat belaka. Ternyata, aku ke ge-eran begitu lama. Ngenes. Sahabat bertepuk sebelah tangan. Sad girl~ dan, butuh waktu, sampai kapan ya... agar nyes nyes ini hilang. Memang aku introvert, kaya ga butuh teman, tapi ternyata, sakit juga. Tapi yasud...

Posisi

Setiap kita, punya tempat dan posisi di hati orang lain. Kita saling menempatkan satu sama lain, dan aku, baru sadar sekarang. Benar kata dosenku dulu, aku naif, naif mampus. Sekilas aku mendengar kalimat iri dr sahabatku, sekilas aku mendengar kalimat merendahkan dari sekitarku, sekilas, aku sedih sedetik, kemudian ku abaikan.  Sahabat tetap sahabat, terdekat tetap terdekat. Nah, disitulah bodohnya. Baru sekarang aku menangis kan, rasain, ya itu karena aku memendam kebodohan begitu panjang. Padahal sudah diingatkan, jangan naif. Maksudnya, jangan polos, jangan bodoh, jangan mengabaikan detail penting di sekitarmu. Kalimat sekilas sekilas itu, terungkap sudah, bahwa ternyata memang, tempat dan posisimu di hati mereka, tak lebih dr sekedar tontonan belaka. Minta pendapat dan bercerita padaku, tak selalu ada artinya. Sekali kau berantakan, langsung disebutkan. Sekali kau membuat kesalahan, langsung diperhatikan. Aih... Lama aku tak menangis setulus ini. Patah rasanya, menyadari bahwa...