Akhir pekan ini saya harus presentasi tentang positive psychology. pernah dengar kan? Dua pekan terakhir di kelas filsafat saya membahas sejarah dan makna kebahagiaan. Udahnya paper positive psychology lumayan tebal dan mebahas kebahagiaan, kelas filsafat berturut turut juga membahas kebahagiaan, kenyang dede bang. Menarik. Rupanya manusia dari zaman ke zaman mencari arti kebahagiaan. Sibuk merumus rumus kalimat untuk mencari definisi yang tepat. Bertanya, berpikir, bertanya lagi, berpikir lagi, melihat, memperhatikan, merumus, mendiskusikan, bertanya, berpikir lagi, begitu seterusnya. Kemudian muncul teori teori tentang kebahagiaan. Lihat betapa definisi bahagia berubah rubah sesuai dengan kondisi dan kemampuan berpikir manusia kala itu. Seseorang bernama epicurus, atas hasil pemikiran yang panjang panjang, akhirnya ia merumuskan bahwa bahagia adalah terbebas dari rasa sakit, apapun itu. Kemudian sebgian orang setuju, dia punya pengikut, pengikutnya berusaha mencari bahagi...