Postingan

Tak Lagi Sama

KIta telah berubah. Segenap pengalaman merubah kita. Dari yang pemalu menjadi berani, dari yang berani menjadi pemalu. Begitupun dengan aku. Tidak mudah menerima kekalahan, begitulah aku. Ambisi menang mendidikku untuk jangan sampai kalah. Kenyataannya, aku telah kalah. Aku telah salah. Mungkin bagi sebagian orang, kekalahan adalah hal wajar. Tapi bagi sebagian yang lain, kekalahan adalah hukuman. Sakit, menyedihkan, dan memalukan. Kalau bisa menang, kenapa harus kalah? begitu prinsip bodohnya. Aku tau aku kalah dan salah. Aku tau aku malu karenanya. Lalu, bagaimanakah? Seimbang.  Adalah kata kata penghibur bagi hati yang sedih. Mungkin, ini perjalananku untuk menjadi pribadi yang seimbang. Bagaimanacaranya, aku tetap ambisius, tapi ikhlas dan pasrah pada apapun hasilnya.  Bagaimana ya caranya? Aku masih 28 tahun. Adalah usia yang wajar jika sedang belajar. tapi, dasar aku yang kurang sabar. Aku ingin menjadi pribadi yang bijaksana sekarang, bukan nanti setelah dapat menerima ...

Ruang Bicara

Lagi-lagi pikiranku dipenuhi dengan hal-hal jelek. Memang betul kata mereka, apa guna sarjanaku jika   tada ada sepeser rupiah yang bisa kudapat dari gelar bergengsi itu. Rong-rongan orangtua untuk mencari kerja juga kerap sampai ke telingaku. Belum lagi, hari ini si kecil baru saja belajar kata kasar yang baru dari lingkugan sepermainannya. Usianya yang baru saja mnginjak 24 bulan membuat lidahnya menyeplak apa saja yang telinganya dengar. “Bu, anaknya jangan main sama anak ibu itu, tuh kan omongannya jadi kasar…” begitu pesan teman sejawatku. Di lain waktu ada lagi yang berkata “bu, anaknnya tolong dijaga bu, ini anak   saya jadi ketularan kasar, kalau di rumah sebenernya anaknya gimana sih bu?” Dan yang paling sebel adalah uangkapan “bu,   di rumah ngapain aja sih, ini loh anaknya main terus di luar”. Amarah, kesal, menyesal, benci berpadu menjadi satu dalam diriku. Tak kalah, akupupn membalas ocehan-ocehan itu agar harga diri ini, harga diri anakku, dan terlebih, harg...

Aku dan Takdir

 Tahukah kamu? Takdir adalah satu kata yang sangat bermakna.  Takdir adalah  semua kejadian dalam hidupmu. Setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap senyum yang tak sengaja, setiap pingkal tawa, setiap air mata, dan setiap raungan batinmu yang bergemuruh. Panjanglah lagi jika harus kujelaskan bagaimana peran takdir dalam kehidupan kita. Lalu, ada apa antara aku dengan takdir? Aku, adalah manusia keras kepala, keras, dan sangat perasa. Aku dengan segala pengetahuan tentang diriku sendiri, seringkali merasa, kenapa takdirku begini dan begitu?  Akulah yang selalu bertanya "kenapa" atas banyak hal yang terjadi. Maka, jadilah batin dan pikiran ini sibuk dan lelah. Karena pertanyaan kenapa itu datang dengan jawaban yang entah kapan datangnya. Mungkin ia datang saat itu juga, mungkin juga setelah aku mati nanti, barulah aku mengerti kenapa hal hal itu terjadi Artinya, bolehlah jadi seumur hidupku terus dihantui oleh pertanyaan kenapa. Maka munculah lagi pertanyaan ...

Damai

Akan ada masa dimana kita kehilangan diri kita Hobi yang dulu dicintai, tak lagi memikat hati Akan ada masa dimana kehidupan yang ringan terasa berat Kesulitan yang tak seberapa terasa bagai badai yang kuat Akan ada masa dimana rasa sakit menghantui ; Saat itu terjadi, ini saranku bertahan. bertahanlah.. Masa masa itu akan pergi, dan karena kau memilih bertahan, pagi akan datang Entah bagaimana, kau akan mulai berdamai dengan keadaan dan mungkin, kan kau dapati hadiah dari kesabaranmu selama ini. teruslah berbuat baik sesederhana itu. kemudian damai.

Gadis yang Kehilangan Senyumnya

masalahnya ada pada dirinya. dia yang patah hatinya. dia tahu hatinya telah patah, tak  lagi utuh seperti sedia kala. ayahnya menyakiti ibunya, membuat air mata ibu menjadi pemandangan sehari-harinya. ibunya menyakiti ayahnya, keduanya tak berpisah, tapi saling menyakiti satu sama lain. yang sakit akan menyakiti, yang menyakiti itu juga yang sakit, yah begitu kira-kira siklusnya. lalu sebagai anak yang menjadikan orang tua sebagai mataharinya, hatinya patah. sudut pandangnya tentang dunia tak  lagi sama. matahari, hujan, daun yang jatuh, angin yang menerbangkan kain bajunya, hilir mudik manusia, hampa baginya. kemudian gadis tukang senyum itu menikah. seorang laki-laki memperlakukannya dengan sangat baik. sayangnya, laki-laki itu harus menerima sikap buruk gadis yang dulu baik itu. iya menyalahkan keadaan suaminya, merasa sempit dengan kehidupannya, dan mengeluarkan  kata-kata menyakitkan bagi suaminya. sungguh malang nasib lelaki itu gadis yang ia kira b...

You Are Never Alone

Sometimes When the world is not in your side You dont know where to run to You dont know where to hide You gaze, at the stars in the sky, at the mountain so high Through the tears in your eyes Looking for the reason To replace what is gone Just remember remember That you are never alone You are never alone Just reach into Allah and Allah is always there You are never Alone Through sorrow and through grief Through happiness and peace You are neve alone So now So now, as you long for your past Prepare for the future But knowing nothing’s going to last You see, this life is but a road A straight and narrow path To our final aboard So travel well O Muslim and Paradise will be your home And always remember You are never alone

Utarakan

Lihatlah bunga disana bersemi Bahkan, meski tak sempat kau semai Dan suatu hari, badai menghampiri Kau cari kemana Dia masih disana Walau tak semua tanya datang beserta jawab Dan tak semua harap terpenuhi Ketika bicara juga sesulit diam Utarakan, utarakan, utarakan Dengarlah kawan disana bercerita Pelan dia berbisik Pelan dia berkata-kata Dan hari ini Tak kan kau menangkan Bila kau tak berani mempertaruhkan Walau tak semua tanya datang beserta jawab Dan tak semua harap terpenuhi Ketika bicara juga sesulit diam Utarakan, utarakan, utarakan