Kesepian
Emang paling nikmat, menulis saat lagi emosional. Wkwk, setidaknya, agar aku sehat, itu saja.
Yah, jadi mungkin ini titikku, titik dimana ternyata akhirnya, sedih juga rasanya.
Memang benar buku itu bilang, menjadi pemimpin adalah menjadi kesepian.
Tim kamu, bukanlah temanmu. Kau anggap keluarga, tp mereka bisa meninggalkanmu kapan saja.
Kau menaruh hati pada mereka, mereka hanya manusia, yang juga pilih pilih, pada siapa mereka menaruh hatinya, dan kamu, belum tentu mendapatkannya.
Tapi kalau kau tidak menyukai mereka, kau membawa kebinasaan pada banyak manusia. Hingga, kau tak punya pilihan, selain cinta bertepuk sebelah tangan.
Lagi lagi, bicara hal hal yang bertepuk sebelah tangan... sakit, itu saja..
Di usia ku ke 30, terjadi beberapa kali, aku hanya bertepuk sebelah tangan, dan ternyata, memang itulah peran, tugas, dan perasaanku yang seharusnya, saat mendapat suatu amanah.
Memang amanah, adalah musibah.
Bukan hanya urusannya yang banyak, tapi perasaan kacaunya juga tak kalah banyak.
Dan manusia sehat, berusaha mengaturnya sedemikian rupa, agar yang tersebar, hanyalah maslahat. Aih...
Sekarang aku berpikir, aku nih mau kemana sih, mau apa, aku sudah tak tahu...
Terakhir dalam sungkurku
Ya Allah, kukembalikan segala urusanku, padamu.
Huhuhu.
Mendung
Sedih.
Komentar
Posting Komentar